Jumat, 15 April 2016

TUGAS UTS


PRODUK-PRODUK  INVESTASI
Berbicara mengenai investasi sebagian masyarakat tidaklah terlalu mengerti benar apa itu investasi sehingga cenderung “ikut-ikutan” atau mengikuti arus tanpa mengetahui investasi seperti apa yang mereka lakukan.
Investasi adalah sebuah konsep yang biasa dilakukan di dunia keuangan dalam rangka mengembangkan nilai uang yang dimiliki saat ini. Kata kuncinya adalah mengembangkan. Pengembangan ini dalam bentuk pengembalian atau bunga. Yang perlu dipahami benar adalah pengembangan yang dilakukan selalu ada resikonya. Penting sekali untuk memilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing pribadi. Tidak semua produk investasi sesuai dan diperlukan sekaligus. Yang paling penting disini adalah bagaimana produk tersebut memberikan manfaat maksimal dengan mencocokan tingkat resiko yang paling nyaman bagi investor. Ditinjau dalam arti yang luas, investasi mencakup investasi pasar uang, pasar modal dan investasi real sector. Investasi pasar uang meliputi kegiatan perbankan dan non bank financial instrument, baik spot market sampai ke derivatives market, sedang di pasar modal meliputi stock, bonds dan berbagai instrument securities lainnya. Untuk kegiatan real sector mulai perdagangan komoditi, property, tambang, pertanian, transportasi, wisata, dan lain-lain.

Berikut ini beberapa produk Investasi baik keuangan maupun non keuangan :
Instrument Perbankan
Pada masa sekarang ini dimana seluruh dunia sedang berlomba untuk memberi stimulus ekonomi dengan bunga rendah, maka instrument perbankan termasuk di dalamnya adalah deposito dan produk simpanan perbankan lainnya bukanlah menjadi pilihan investasi untuk mendapatkan yield dari interest rate atau capital gain. Pada masa low interest rate ini, dimana BI rate 5.75% pa, maka instrument perbankan hanyalah dijadikan instrument likuiditas saja.
Kalaupun mau mendapatkan benefit dari kondisi perbankan saat ini, maka instrument lending, untuk kredit korporasi perbankan di Indonesia berkisar 9%-12% pa yang bisa dimanfaatkan untuk mendanai investasi ataupun modal kerja untuk kegiatan usaha. Sehingga kalaupun memiliki deposito akan sangat berguna kalau dijadikan agunan bagi back to back loan untuk mendukung modal kerja bagi kegiatan usaha yang menghasilkan yield lebih menarik.
Instrumen Derivative
Komoditi berjangka adalah suatu bentuk komoditi dimana suatu komoditas yang telah diperhitungkan harga jualnya maka barang atau komoditi tersebut akan diberikan atau diserahkan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan komoditi berjangka maka menambah instrumen investasi yang diperdagangkan dalam bursa investasi atau bursa berjangka. Transaksi derivative bukan hanya komoditi berjangka, tetapi juga derivative keuangan seperti indeks harga saham gabungan, single stock, bonds futures dan juga option. Selain derivative pasar modal, juga derivative pasar uang seperti halnya interest rate futures.
Instrument derivatives ini digunakan sebagai instrument hedging (lindung nilai), namun juga dipakai sebagai transaksi spekulatif karena sifatnya yang high leverage. Selain itu transaksi high leverage yang cukup dikenal secara global adalah cross currency atau forex. Dalam transaksi derivative maka para investor bisa melakukan entry dan exit dengan posisi long (beli) atau short (jual) kapanpun, selama terjadi fluktuasi harga maka akan tercipta peluang setiap saat untuk mendapatkan keuntungan dan bersamaan dengan resiko kerugian yang menyertainya.



Kamis, 14 April 2016

CORETAN



چاوريتان

  سبوت ساجاچينتا
چینتاادالاه فرجالانان
سكاليغوس فلاجاران
فرجالانان تمفات كيتا ساليغ منموكان ساتو ساما لااين دان فلاجاران تمفات كيتا ساليغ مندواساكان.
ستلاه برولاغ كالي جاتوه چنتا دان فاتاه هاتي.
ستلاه برولاغ كالي ساليغ منموكان، كمودييان ساليغ ملفاسكان.
ستلاه برولاغ كالي برشوكور اتاس سبوواه فرتموان دان بلاجار احلاص اتاس فرفيساهان.
ستلاه برولاغ كالي منموكان جالان، نامون هانپا دي اغغاب فرمااينان.
ستلاه مراساكان ايني جالان ياغ ترباايك ياغ تراغغاب، سامْفَي هاتي مموتوسكان منوتوف فينتو رافات-رافات.
ستلاه سغالانپا ياغ ترجادي، ماسيه كه كامو برتاهان دغان نامانپا چنتا؟
سمنتارا سجااوه افافون كيتا برجالان موندور اونتوك مغهنداري سموانپا، كيتا ماسيه تتاف دالام ساتو بومي، كيتا ماسيه مليهات لاغيت ياغ ساما.
جيكا سمووا ياغ اوالپا تييادا، اكان تييادا فولا فادا اخرپا.
بغيتو فولا ياغ دولو تيداك دي سيني، كيني كمبالي فولاغ.

شكراكثر #لاتنسا #لاتياُس#

Rabu, 13 April 2016

CARA MEMULAI INVESTASI



 CARA MEMULAI INVESTASI

Alasan utama berinvestasi pastilah untuk memperoleh keuntungan. Dalam konteks manajemen investasi tingkat keuntungan disebut return. Suatu hal yang sangat wajar jika investor menuntut tingkat return tertentu atas dana yang telah diinvestasikannya. Dalam belajar investasi, mententukan jangka waktu untuk mencapai tujuan keuangan yang anda ingin capai merupakan faktor penting untuk menentukan jenis investasi yang sesuai. Jenis investasi yang tepat untuk tujuan jangka panjang biasanya kurang sesuai dengan tujuan jangka pendek, demikian juga sebaliknya. Tujuan harus diurutkan berdasarkan prioritasnya. Dengan mengenal profil Anda pribadi sebagai investor, Anda akan lebih mudah menetapkan urutan prioritas diantara beberapa tujuan keuangan Anda.
Dengan mempertimbangkan jangka waktu pencapaiannya, Anda perlu mengutamakan perencanaan dan usaha pencapaian tujuan keuangan yang memiliki prioritas tertinggi.Sebelum berinvestasi pada satu instrumen investasi, Anda perlu mempelajari dan memahami biaya transaksi termasuk pajak yang perlu Anda bayar. Perhitungan imbal hasil (return) untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai adalah berdasarkan imbal hasil bersih setelah dikurangi biaya dan pajak. Selain menetapkan jangka waktu pencapaian tujuan keuangan, anda perlu terlebih dahulu mengenal profil investasi Anda. Setiap orang tentu memiliki profil investasi yang berbeda dan gambaran yang berbeda pula dengan tingkat kenyamanan atau toleransi terhadap resiko yang bisa diterimanya.

A.    Alasan untuk memulai investasi
1.      Kebebasanmu bisa dalam bahaya
Investasi itu bukan hanya urusan menjadi kaya. Lebih jauh dari itu, berinvestasi adalah cara agar suatu hari Anda memperoleh kebebasan finansial untuk mendukung tujuan hidupmu tanpa terbebani persoalan uang. Suatu hari, Anda pasti akan berhenti bekerja dan pertanyaannya apakah Anda akan terpaksa berhenti sebelum keuanganmu siap atau Anda bisa memilih untuk berhenti? Jika keuanganmu tidak siap, sudah pasti kebebasan untuk memilih tidak ada pada dirimu.
2.      Mulai lebih cepat, untung lebih banyak
Kebanyakan orang tidak pernah memulai untuk berinvestasi karena mereka khawatir akan melakukan kesalahan. Padahal, dengan seperti itu, potensi keuntungan yang akan Anda peroleh akan semakin berkurang. Dalam investasi, jika Anda memulai lebih awal, maka Anda akan memperoleh hasil lebih banyak di akhir. Ingat kata-kata Benjamin Franklin, pendiri Amerika Serikat: “Money makes money. And the money that money makes, makes more money”. Jadi, jangan tunda lagi rencanamu untuk berinvestasi.
3.      Memulai investasi itu murah
Berinvestasi itu tidak rumit dan memakan waktu. Selain itu, Anda tidak harus menjadi kaya terlebih dahulu sebelum melakukan investasi. Banyak sekali cara yang mudah untuk memulai investasi tanpa memerlukan uang dalam jumlah banyak. Salah satu caranya adalah melalui tabungan pensiun. Nilai yang disetor bisa sangat kecil yakni Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu.Selain itu, Anda juga bisa berinvestasi di reksa dana. Sejumlah produk bahkan bisa dimulai dengan nilai Rp 100 ribu.

4.      Tidak ada waktu sebaik sekarang
Sebuah peribahasa Tiongkok mengatakan: waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun lalu. Waktu terbaik kedua adalah saat ini juga. Jika saat ini Anda yang berusia 30 tahun atau 40 tahun merasa sudah terlalutua untuk memulai investasi, jawabannya tidak.Anda memang tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tapi Anda bisa memulai untuk melakukan hal yang berbeda mulai dari sekarang.

INVESTASI DALAM PANDANGAN ISLAM



INVESTASI DALAM PANDANGAN ISLAM

Investasi sendiri secara umum adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk harta dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Terkadang investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Memperoleh harta adalah bagian dari aktivitas ekonomi yang merupakan salah satu aspek dari muamalah. Kaidah fiqih dari muamalah adalah semua halal dan boleh dilakukan kecuali yang diharamkan/dilarang dalam Al-Qur’an dan As-Sunah. Islam tidak memisahkan ekonomi dengan agama, sehingga manusia tetap harus merujuk kepada ketentuan syari’ah dalam beraktivitas termasuk dalam memperoleh harta kekayaan. Konsekuensinya, manusia dalam bekerja, berbisnis, ataupun berinvestasi dalam rangka mencari rizki harus memilih bidang yang halal walaupun dari sudut pandang keduniaan memberikan keuntungan yang lebih sedikit dibandingkan dengan bidang yang haram. Maka dari itu islam menganjurkan manusia untuk bekerja atau berniaga, dan menghindari kegiatan meminta-minta dalam mencari harta kekayaan. Manusia memerlukan harta kekayaan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari termasuk untuk memenuhi sebagian perintah Allah seperti infaq, zakat, pergi haji, dan lain sebagainya.

Investasi merupakan bentuk aktif dari ekonomi syari’ah. Sebab setiap harta ada zakatnya, jika harta tersebut didiamkan maka lambat laun akan termakan oleh zakatnya. Salah satu hikmah dari zakat ini adalah mendorong untuk setiap muslim menginvestasikan hartanya. Harta yang diinvestasikan tidak akan termakan oleh zakat, kecuali keuntungannya saja. Perhitungan untung atau rugi harus berorientasi jangka panjang, yaitu mempertimbangkan perhitungan untuk kepentingan akhirat, karena kehidupan dunia hanya sementara dan kehidupan yang kekal adalah kehidupan akhirat.Awalnya pengetahuan masyarakat tentang investasi, membuat orang takut untuk berinvestasi. Sebenarnya setiap orang dapat berinvestasi tidak peduli berapapun hasilnya. Sayangnya hingga kini masih banyak yang beranggapan bahwa akan berinvestasi bila ada uang yang tersisa setelah segala keperluan terpenuhi atau jika nanti penghasilannya sudah besar. Padahal investasi seharusnya dilakukan terlebih dahulu, bukan menunggu sisa penghasilan atau menunggu penghasilan besar, karena semakin besar penghasilan maka semakin besar pula pengeluaran.Masih banyaknya anggap bahwa untuk berinvestasi diperlukan dana yang besar membuat orang merasa ngeri bila mendengar kata investasi. Padahal yang penting dalam investasi adalah berapa jumlah yang dialokasikan, bukan berapa penhasilan seseorang. Hal ini berlaku bagi siapa saja baik pegawai negeri, karyawan swasta maupun orang yang sudah berkelimpahan harta sekalipun.Pemikiran seperti inilah yang membuat banyak orang tidak mau mulai menata masa depan finansialnya, akhirnya hanya mengeluh tidak dapat memenuhi kebutuhan dan mulai menyalahkan pihak lain. Padahal setiap individu bertanggung jawab atas masa depannya sendiri, termasuk masa depan finansialnya, bukan orang lain atau perusahaan tempat bekerja.