PRODUK-PRODUK INVESTASI
Berbicara
mengenai investasi sebagian masyarakat tidaklah terlalu mengerti benar apa itu
investasi sehingga cenderung “ikut-ikutan” atau mengikuti arus tanpa mengetahui
investasi seperti apa yang mereka lakukan.
Investasi
adalah sebuah konsep yang biasa dilakukan di dunia keuangan dalam rangka
mengembangkan nilai uang yang dimiliki saat ini. Kata kuncinya adalah
mengembangkan. Pengembangan ini dalam bentuk pengembalian atau bunga. Yang
perlu dipahami benar adalah pengembangan yang dilakukan selalu ada resikonya.
Penting sekali untuk memilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan
karakter masing-masing pribadi. Tidak semua produk investasi sesuai dan
diperlukan sekaligus. Yang paling penting disini adalah bagaimana produk
tersebut memberikan manfaat maksimal dengan mencocokan tingkat resiko yang
paling nyaman bagi investor. Ditinjau dalam arti yang luas, investasi mencakup
investasi pasar uang, pasar modal dan investasi real sector. Investasi pasar
uang meliputi kegiatan perbankan dan non bank financial instrument, baik spot
market sampai ke derivatives market, sedang di pasar modal meliputi stock,
bonds dan berbagai instrument securities lainnya. Untuk kegiatan real sector
mulai perdagangan komoditi, property, tambang, pertanian, transportasi, wisata,
dan lain-lain.
Berikut ini beberapa produk
Investasi baik keuangan maupun non keuangan :
Instrument Perbankan
Pada masa
sekarang ini dimana seluruh dunia sedang berlomba untuk memberi stimulus
ekonomi dengan bunga rendah, maka instrument perbankan termasuk di dalamnya
adalah deposito dan produk simpanan perbankan lainnya bukanlah menjadi pilihan
investasi untuk mendapatkan yield dari interest rate atau capital gain. Pada
masa low interest rate ini, dimana BI rate 5.75% pa, maka instrument perbankan
hanyalah dijadikan instrument likuiditas saja.
Kalaupun mau
mendapatkan benefit dari kondisi perbankan saat ini, maka instrument lending,
untuk kredit korporasi perbankan di Indonesia berkisar 9%-12% pa yang bisa
dimanfaatkan untuk mendanai investasi ataupun modal kerja untuk kegiatan usaha.
Sehingga kalaupun memiliki deposito akan sangat berguna kalau dijadikan agunan
bagi back to back loan untuk mendukung modal kerja bagi kegiatan usaha yang
menghasilkan yield lebih menarik.
Instrumen Derivative
Komoditi
berjangka adalah suatu bentuk komoditi dimana suatu komoditas yang telah
diperhitungkan harga jualnya maka barang atau komoditi tersebut akan diberikan
atau diserahkan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan komoditi
berjangka maka menambah instrumen investasi yang diperdagangkan dalam bursa
investasi atau bursa berjangka. Transaksi derivative bukan hanya komoditi
berjangka, tetapi juga derivative keuangan seperti indeks harga saham gabungan,
single stock, bonds futures dan juga option. Selain derivative pasar modal,
juga derivative pasar uang seperti halnya interest rate futures.
Instrument
derivatives ini digunakan sebagai instrument hedging (lindung nilai), namun
juga dipakai sebagai transaksi spekulatif karena sifatnya yang high leverage.
Selain itu transaksi high leverage yang cukup dikenal secara global adalah
cross currency atau forex. Dalam transaksi derivative maka para investor bisa
melakukan entry dan exit dengan posisi long (beli) atau short (jual) kapanpun,
selama terjadi fluktuasi harga maka akan tercipta peluang setiap saat untuk
mendapatkan keuntungan dan bersamaan dengan resiko kerugian yang menyertainya.
Macam-macam
Produk Investasi
- Investasi saham
Investasi saham saat ini berbeda
dengan dulu yang membutuhkan modal cukup besar. Kini, hanya bermodalkan Rp 1
juta hingga Rp 5 juta sudah bisa memulai investasi saham. Bahkan, beberapa
broker atau pialang saham saat ini menyediakan rekening khusus bagi para
investor sehingga bisa membuka modal awal Rp 100 ribu. Hal ini sudah ditetapkan
oleh pemerintah mengenai besaran jual-beli saham minimum per-lot atau 100
lembar.Seperti saham dengan likuiditas tinggi sejenis Telkom (TLKM) memiliki
harga sekitar Rp 2.700 perlembar. Dengan kata lain, jika ingin membeil satu lot
saham TLKM maka bisa menyiapkan modal sebesar Rp 270 ribu. Dengan begitu bisa
disesuaikan terhadap ketersediaan dana yang dimiliki.
- Reksa dana
Dalam memilih investasi reksa dana
ada dua pilihan.
a. Anda
dapat memilih secara lumpsum atau investasi sekaligus.
b. Dengan
cara rupiah cost averaging atau investasi berkala. Keunggulan dari investasi
reksa dana secara sekaligus karena bersifat jangka panjang. Dengan begitu, para
investor dengan dana besar cukup cocok melakukannya, karena dana yang
diinvestasikan bisa mengalami kenaikan.
Namun,
berbeda dengan investasi secara berkala. Dengan secara berkala maka bias
dilakukan setoran setiap bulan. Dengan demikian, Anda yang memiliki dana
terbatas akan cukup terbantu karena investasi ini.
3.
3. Investasi
properti
Investasi ini dinilai cukup menjanjikan
untuk ke depannya. Beragam jenis investasi yang dapat dipilih di sektor ini
antara lain rumah, apartemen, ruko ataupun tanah. Investasi jenis ini tergolong
kategori jangka panjang, karena nilai jualnya yang semakin lama harga properti
akan terus bertambah. Hingga saat ini di Tangerang Selatan terdapat 1.500 unit
apartemen strata dan diperkirakan akan terus bertambah hingga 7.100 unit dalam
jangka tiga tahun ke depan. Kenaikan harga pertahunnya pun mencapai 15 sampai
20 persen dengan kategori apartemen dengan harga Rp 15 juta sampai Rp 20 juta
per-meter persegi. Bila diprediksi pertumbuhan harga akan tetap stabil diangka
10 sampai 15 per-tahun.
- Investasi emas
Berbicara investasi tidak hanya
sebatas properti ataupun reksa dana. Kini, emas bisa menjadi pilihan saat
menginvestasikan uang Anda ke dalam bentuk fisik. Menurut Trainer
Manajemen Global Indonesia, Irvan Susanto mengatakan, investasi emas memiliki
jangka investasi panjang ataupun singkat yang terus meningkat. Contohnya,
seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam Rp
531.000. Lalu angka tersebut naik Rp 11.000 jika dibandingkan posisi harga
sehari sebelumnya. Dengan kata lain, harga emas dapat berubah sewaktu-waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar