OBLIGASI
Pengertian obligasi
Obligasi adalah surat
tanda pengakuan utang yang diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemenang
obligasi. Pengertian lain obligasi adalah sertifikat yang berisi kontrak antara
investor dan perusahaan, yang menyatakan bahwa investor pemegang obligasi telah
meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan. Perusahaan yang mengeluarkan
obligasi mempunyai kewajiban untuk membayar bunga secara reguler sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta pokok pinjaman pada saat jatuh tempo.
Jenis Obligasi ditinjau
dari siapa yang mengeluarkannya, dan dapat di bagi menjadi:
a. Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan
b. Obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah
c. Municipal Bond, yaitu merupakan obligasi yang dikeluarkan pemerintah daerah
untuk menalangi dana suatu proyek tertentu di daerah.
Fitur yang terpenting dalam suatu obligasi
adalah :
- Nilai nominal atau nilai utang pokok , yaitu nilai yang harus dibayar bunganya oleh penerbit dan harus dilunasi pada saat akhir masa jatuh tempo.
- Harga penerbitan, yaitu suatu harga yang ditawarkan kepada investor pada saat penjualan perdana obligasi. Nilai bersih yang diterima oleh penerbit adalah setelah dikurangi dengan biaya-biaya penerbitan.
- Tanggal jatuh tempo, yaitu suatu tanggal yang ditetapkan di mana pada saat tersebut penerbit wajib untuk melunasi nilai nominal obligasi. Sepanjang pembayaran kembali / pelunasan tersebut telah dilakukan maka penerbit tidak lagi memiliki kewajiban kepada pemegang obligasi setelah lewat tanggal jatuh tempo obligasi tersebut. Beberapa obligasi diterbitkan dengan masa jatuh tempo hinga lebih dari seratus tahun. Pada awal tahun 2005, pasar atas obligasi euro dengan masa jatuh tempo selama 50 tahun mulai berkembang. Pada pasaran Amerika dikenal 3 kelompok masa jatuh tempo obligasi yaitu :
- Jangka pendek (surat utang atau bill): yang masa jatuh temponya hingga 1 tahun;
- Medium Term Note: masa jatuh temponya antara 1 hingga 10 tahun;
- Jangka panjang (obligasi atau bond): jatuh temponya di atas 10 tahun.
- Kupon, suku bunga yang dibayarkan oleh penerbit kepada pemegang obligasi. Biasanya suku bunga ini memeiliki besaran yang tetap sepanjang masa berlakunya obligasi, tetapi juga bisa mengacu kepada suatu indeks pasar uang seperti libor, dan lain-lain. Istilah "kupon" ini asal mulanya digunakan karena dimasa lalu secara fisik obligasi diterbitkan bersama dengan kupon bunga yang melekat pada obligasi tersebut. Pada tanggal pembayaran kupon, pemegang obligasi akan menyerahkan kupon tersebut ke bank guna ditukarkan dengan pembayaran bunga bank pemabagian hasil terhadap bank atas 20% pajak utang.
Obligasi yang diterbitkan oleh lembaga asing
Beberapa perusahaan, bank, pemerintah dan lembaga berwenang lainnya
dapat menerbitkan obligasi dalam denominasi mata uang valuta
asing lainnya yang tampak lebih stabil dibandingkan
mata uang domestiknya. Penerbitan obligasi dalam denominasi valuta asing ini
juga memberikan kemungkinan bagi penerbit obligasi ini memasuki pasar
perdagangan obligasi di luar negaranya. Penerbitan obligasi ini juga sering
digunakan sebagai suatu sarana lindung
nilai terhadap risiko gejolak perubahan nilai tukar.
Beberapa obligasi ini dijuluki dengan nama panggilan yang khas seperti terlihat
di bawah ini :
- Obligasi Eurodollar atau Eurodollar bond, Obligasi berdenominasi USD yang diterbitkan oleh penerbit obligasi dari suatu negara di luar Amerika.
- Obligasi Kangguru atau Kangaroo bond,adalah obligasi dalam denominasi mata uang dolar Australia (AUD) yang diterbitkan oleh penerbit obligasi dari suatu negara di luar Australia dan diperdagangkan pada pasar Australia.
- Obligasi Maple atau Maple bond, adalah obligasi dalam denominasi mata uang dolar Kanada yang diterbitkan oleh penerbit obligasi dari suatu negara di luar Kanada dan diperdagangkan pada pasar Kanada.
- Obligasi Samurai atau Samurai bond, adalah obligasi dalam denominasi mata uang yen yang diterbitkan oleh penerbit obligasi dari suatu negara di luar Jepang dan diperdagangkan pada pasar Jepang.
- Obligasi Yankee atau Yankee bond, adalah obligasi dalam denominasi mata uang USD yang diterbitkan oleh penerbit obligasi dari suatu negara di luar Amerika dan diperdagangkan pada pasar Amerika.
Manfaat Investasi pada
Obligasi yaitu:
1) Bunga.
Adanya bunga yang dibayar secara reguler hingga jatuh tempo dan telah
ditetapkan dalam persentase dari nilai nominal
2) Capital Gain.
Sebelum jatuh tempo biasanya obligasi diperdagangkan di pasar sekunder,
sehingga investor mempunyai kesempatan untuk memperoleh capital gain. Capital
gain juga dapat diperoleh jika investor membeli obligasi dengn harga diskon,
kemudian pada saat jatuh tempo investor akan memperoleh pembayaran senilai
dengan harga nominalnya.
3) Hak klaim pertama
Jika emiten bangkrut atau dilikuidasi, pemegang obligasi sebagai kreditor
memiliki hak klaim pertama atas aktiva perusahaan.
4) Obligasi konversi.
Investor bisa mengubah
obligasi menjadi saham dengan harga yang ditetapkan, kemudian memiliki hak
untuk mendapatkan manfaat atas saham.
Resiko Investasi pada
obligasi
Resiko yang mungkin
dihadapi dalam investasi obligasi antara lain:
1. Gagal bayar.
Kegagalan emiten untuk
melakukan pembayaran bunga serta utang pokok pada waktu yang telah ditetapkan,
atau kegagalan emiten untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam
kontrak obligasi.
2. Capital Loss.
Obligasi yang dijual
sebelum jatuh tempo dengan harga yang rendah dari harga belinya.
3. Capability.
Sebelum jatuh tempo,
emiten mempunyai hak untuk membeli kembali obligasi yang telah dikeluarkan.
Obligasi demikian biasanya akan ditarik lagi pada saat suku bunga akan menurun.
Jadi pemegang obligasi yang memiliki persyaratan capability berpotensi rugi,
apabila suku bunga menurun. Biasanya untuk mengompensasi kerugian, emiten akan
memberikan premium.
Sumber:
Waluyo,
Indarto.2007."EKonomi Kontekstual".Surakarta:Mediatama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar