Rabu, 13 April 2016

CARA MEMULAI INVESTASI



 CARA MEMULAI INVESTASI

Alasan utama berinvestasi pastilah untuk memperoleh keuntungan. Dalam konteks manajemen investasi tingkat keuntungan disebut return. Suatu hal yang sangat wajar jika investor menuntut tingkat return tertentu atas dana yang telah diinvestasikannya. Dalam belajar investasi, mententukan jangka waktu untuk mencapai tujuan keuangan yang anda ingin capai merupakan faktor penting untuk menentukan jenis investasi yang sesuai. Jenis investasi yang tepat untuk tujuan jangka panjang biasanya kurang sesuai dengan tujuan jangka pendek, demikian juga sebaliknya. Tujuan harus diurutkan berdasarkan prioritasnya. Dengan mengenal profil Anda pribadi sebagai investor, Anda akan lebih mudah menetapkan urutan prioritas diantara beberapa tujuan keuangan Anda.
Dengan mempertimbangkan jangka waktu pencapaiannya, Anda perlu mengutamakan perencanaan dan usaha pencapaian tujuan keuangan yang memiliki prioritas tertinggi.Sebelum berinvestasi pada satu instrumen investasi, Anda perlu mempelajari dan memahami biaya transaksi termasuk pajak yang perlu Anda bayar. Perhitungan imbal hasil (return) untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai adalah berdasarkan imbal hasil bersih setelah dikurangi biaya dan pajak. Selain menetapkan jangka waktu pencapaian tujuan keuangan, anda perlu terlebih dahulu mengenal profil investasi Anda. Setiap orang tentu memiliki profil investasi yang berbeda dan gambaran yang berbeda pula dengan tingkat kenyamanan atau toleransi terhadap resiko yang bisa diterimanya.

A.    Alasan untuk memulai investasi
1.      Kebebasanmu bisa dalam bahaya
Investasi itu bukan hanya urusan menjadi kaya. Lebih jauh dari itu, berinvestasi adalah cara agar suatu hari Anda memperoleh kebebasan finansial untuk mendukung tujuan hidupmu tanpa terbebani persoalan uang. Suatu hari, Anda pasti akan berhenti bekerja dan pertanyaannya apakah Anda akan terpaksa berhenti sebelum keuanganmu siap atau Anda bisa memilih untuk berhenti? Jika keuanganmu tidak siap, sudah pasti kebebasan untuk memilih tidak ada pada dirimu.
2.      Mulai lebih cepat, untung lebih banyak
Kebanyakan orang tidak pernah memulai untuk berinvestasi karena mereka khawatir akan melakukan kesalahan. Padahal, dengan seperti itu, potensi keuntungan yang akan Anda peroleh akan semakin berkurang. Dalam investasi, jika Anda memulai lebih awal, maka Anda akan memperoleh hasil lebih banyak di akhir. Ingat kata-kata Benjamin Franklin, pendiri Amerika Serikat: “Money makes money. And the money that money makes, makes more money”. Jadi, jangan tunda lagi rencanamu untuk berinvestasi.
3.      Memulai investasi itu murah
Berinvestasi itu tidak rumit dan memakan waktu. Selain itu, Anda tidak harus menjadi kaya terlebih dahulu sebelum melakukan investasi. Banyak sekali cara yang mudah untuk memulai investasi tanpa memerlukan uang dalam jumlah banyak. Salah satu caranya adalah melalui tabungan pensiun. Nilai yang disetor bisa sangat kecil yakni Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu.Selain itu, Anda juga bisa berinvestasi di reksa dana. Sejumlah produk bahkan bisa dimulai dengan nilai Rp 100 ribu.

4.      Tidak ada waktu sebaik sekarang
Sebuah peribahasa Tiongkok mengatakan: waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun lalu. Waktu terbaik kedua adalah saat ini juga. Jika saat ini Anda yang berusia 30 tahun atau 40 tahun merasa sudah terlalutua untuk memulai investasi, jawabannya tidak.Anda memang tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tapi Anda bisa memulai untuk melakukan hal yang berbeda mulai dari sekarang.


B.     Jenis investasi
Banyak sekali jenis investasi yang dipilih oleh sebagian pengusaha, diantaranya yang banyak pada pasar modal di indonesia:
1.      Saham
2.      Obligasi
3.      Right
4.      Waran
5.      Reksadana
6.      Instrumen syariah
7.      Surat utang Negara

C.    Terapkan Manajemen Resiko Investasi
Oleh sebab itu apapun jenis investasi yang anda pilih, pastikan anda menerapkan manajemen resiko investasi secara benar untuk meminimalisir resiko kerugian akibat hal-hal yang tidak anda prediksi sebelumnya. Manajemen resiko khususnya lebih penting bagi investor pemula karena mereka belum memiliki pengalaman dan wawasan dibidang investasi. Investor pemula sering kali menjadi korban rayuan agen investasi yang menawarkan harga saham atau modal awal investasi yang sangat rendah (bahkan diluar kewajaran).
Beberapa pripsip dasar manajemen resiko:
a.       Jangan terprovokasi oleh pemberitaan tentang kondisi perekonomian
b.      Usahakan tidak menumpuk modal anda disatu tipe investasi, anda bisa memvariasikan jenis investasi yang anda pilih
c.       Jangan ragu untuk bermain investasi yang aman, terutama jika anda bukan tipe orang yang suka berspekulasi demi mengejar profit besar. Jika investasi anda bertujuan untuk jaminan masa tua atau pendidikan anak, tidak ada salahnya andabermain dizona aman untuk mengurangifaktor resiko.
Secara normatif keuntungan yang besar biasanya dibarengi resiko yang besar pula. Jika anda tau hanya manisnya saja, maka anda tidak akan siap untuk menelan pahitnya. Invstasi terbaik adalah investasi yang dipertimbangkan dengan cara terbaik pula.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar